UJI CEMARAN MIKROBA METODE MPN

LAPORAN PRAKTIKUM

MIKROBIOLOGI




UJI CEMARAN MIKROBA
METODE MPN (MOST PROBABLE NUMBER) PADA AIR PDAM DI DAERAH KETINTANG SURABAYA

Disusun oleh :
Ayu Handika Ariyanto     A3-18 /1351810185
Anisa Salsabila                 A3-18 / 1351810190
Salsabila faisal A               A3-18/ 1351810191
Menara hanum hanny S     A3-18/ 1351810195
 Yohana mira                       A3-18/ 13518102197
Lailatul munawaroh           A3-18/ 1351810201
Rachmad doni                    A3-18/ 1351810204


AKADEMI FARMASI SURABAYA
2019

BAB I
PENDAHULUAN
            Latar Belakang
Air merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan penyakit. Air bersih adalah air yang jernih, tidak berwarna, tawar dan tidak berbau. Sumber daya alam yaitu air, dapat diperoleh dari air permukaan meliputi air sungai, danau, waduk, rawa dan genangan air lainya.
Air merupakan kebutuhan yang paling dibutuhkan di dalam kehidupan manusia. Air yang ada di alam bukanlah didapat sebagai air murni, melainkan sebagai air yang mengandung bermacam-macam zat, baik yang terlarut ataupun tersuspensi. Jenis dan jumlah zat tersebut tergantung dari kondisi lingkungan sekitar sumbernya.
Air merupakan materi esensial bagi kehidupan makhluk hidup, karena makhluk hidup memerlukan air untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Secara umum fungsi air dalam tubuh setiap mikroorganisme adalah untuk melarutkan senyawa organik, menstabilkan suhu tubuh dan melangsungkan berbagai reaksi kimia tingkat seluler.
Pemeriksaan air secara mikrobiologi sangat penting dilakukan karena air merupakan substansi yang sangat penting dalam menunjang kehidupan mikroorganisme yang meliputi pemeriksaan secara mikrobiologi baik secara kualitatif maupun kuantitatif dapat dipakai sebagai pengukuran derajat pencemaran.
Uji kualitatif Coliform secara lengkap terdiri dari tiga tahap yaitu uji dugaan (presumptive test), uji penetapan (confirmed test), dan uji pelengkap (completed test). Metode pengujian yang digunakan adalah metode Most Probable Number (MPN) atau Jumlah Perkiraan Terbatas (JPT).
Analisis kuantitatif mikrobiologi pada air minum penting dilakukan untuk mengetahui mutu air minum tersebut. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengukur jumlah jasad renik dalam suatu suspensi, salah satunya adalah pemeriksaan adanya bakteri Coliform pada minuman dengan metode MPN (Most Probable Number).
Pemeriksaan derajat pencemaran air secara mikrobiologi umumnya ditunjukkan dengan kehadiran bakteri indikator seperti Coliform dan Fecal coliBakteri Coliform sebagai suatu kelompok dicirikan sebagai bakteri berbentuk batang gram negatif, tidak membentuk spora, aerobik, dan anaerobik fakultatif yang memfermentasi laktosa dengan menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 35° C. Berdasarkan hal inilah yang melatar belakangi dilaksanakannya praktikum ini untuk mengetahui teknik pengujian kualitas air dengan menggunakan metode MPN sehingga dapat mengetahui air yang baik untuk dikonsumsi.

            Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum uji kualitas air dengan menggunakan metode MPN adalah:
1.      Untuk mengetahui teknik uji kualitas air dengan menggunakan metode MPN.
2.      Untuk mengetahui  kualitas dari air sumur, air sungai dan air galon.
     
                Manfaat
Adapun manfaat yang diperoleh dari hasil praktikum uji kualitas air dengan metode MPN  ini adalah dapat mengetahui metode uji kualitas air dengan metode MPN sehingga dapat mengetahui kualitas dari air sumur, air sungai dan air galon yang di ujikan sehingga diketahui layak tidaknya air tersebut untuk dikonsumsiSebagai tenaga kesehatan masyarakat, dengan adanya pengetahuan tentang pengujian kualitas air, maka dapat dilakukan penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya air yang bersih dan bebas dari mikroba, demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

         BAB II
             TINJAUAN PUSTAKA

Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikroba adalah salah satu cabang ilmu dari biologi, dan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika dan biokimia. Dalam mikrobiologi dasar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba, macam-macam mikroba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya. (SriSumarsih, 2003)
     Pada bidang mikrobiologi terdapat pengujian yang meliputi beberapa metode, yakni metode TPC (Total Plate Count), metode MPN (Most Probable Number) dan uji potensial. Metode MPN (Most Probable Number) merupakan uji yang mendeteksi uji fermentatif coliform dalam sampel. Pengujian dengan metode MPN terdiri dari tiga tahap, itu uji praduga (presumptive test), uji konfirmasi (confirmed test), dan uji pelengkap atau uji kelengkapan (completed test). Masing-masing uji tersebut menggunakan media LB, NB dan BGLB. Metode MPN juga dapat dipergunakan sebagai indikator proses higiene sanitasi produk, analisis mikroba lingkungan pada produk jadi, indikator proses pengawasan dan digunakan sebagai dasar kecurigaan dapat atau tidak diterimanya suatu produk berdasarkan kualitas mikrobiologinya.
     Coliform adalah kelompok bakteri yang mudah menyebar dan banyak terdapat di air dan dapat menyebabkan pencemaran pada air tersebut. Kualitas air ditentuken oleh banyak air kotor salah satunya adalah keberadaan bakteri coliform. Pada pengujian kali ini, dilakukan pengujain terhadap suatu produk minuman jadi yaitu jamu tradisional atau jamu gendong (sinom).
      
     Suatu mikroba akan mudah sekali tumbuh pada substrat yang didalamnya terdapat nutrisi untuk kebutuhan hidupnya. Air merupakan salah satu substrat yang penting bagi kehidupan mikroba. Mikroba yang mudah menyebar dan banyak terdapat di air yaitu, bakteri coliform fekal seperti Escherichia coli sedangkan untuk bakteri non fekal yaitu Aerobacter dan klebsiella yang bukan berasal dari tinja manusia, tetapi mungkin berasal dari sumber lain. Air yang telah terkontaminasi oleh mikroba akan menimbulkan perubahan warna, bau, maupun rasanya, tidak terkecuali pada larutan jamu. Produk pangan tradisional jamu memiliki kelemahan dalam hal kandungan mikrobiologi. Produk jamu sangat mudah terkontaminasi mikroba karena proses yang kurang higienis. Jamu yang terkontaminasi oleh mikroba tidak selayaknya di konsumsi oleh masyarakat. Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-2897-1992 dan Persyaratan Batas Cemaran Mikroba Standar Industri Indonesia ( SII 0154-90), angka lempeng total maksimum 6,00 CFU/ml, bakteri coliform maksimum 1,30 CFU/ml, kapang maksimum 4,00 CFU/ml, serta tidak boleh mengandung bakteri salmonela-shigella (Departemen Kesehatan RI, nomor : 03726/B/SK/VII/89. 10 Juli 1989). Sedangkan menurut SNI 7388-2009, bahwa batas maksimum MPN koliform jamu tradisional adalah <3/ml sedangkan untuk MPN Escherichia coli adalah 3/ml.
BAB III
METODELOGI PENELITIAN 

           I. Alat dan Bahan

1. Alat
1.      Pipet tetes
2.      Rak tabung
3.      Tabung reaksi
4.      Gelas ukur 10 ml
5.      Tabung durham
6.      Bunsen
7.      Inkubator
8.      Erlenmeyer
9.    Cawan petri

2.  Bahan
1.      Sampel air PDAM
2.      Medium Brilliant Green Lactase Bilebroth (BGLB)
3.      Medium Laktose Broth (LB)
4.      Medium Escherichia coli (EC)
5.      Aquades steril
6.      Alkohol 70%
7.      Korek api
8.      Spiritus
9.      Label


II.       Pembuatan Media

1)      Media NB

1. Timbang media NB sebanyak 300 mg
2. Masukkan erlenmayer, lalu tambahkan aquadest diaduk dengan    batang pengaduk ad homogen
3. Sterilkan media menggunakan autoklaf selama 20 menit dengan suhu 121°C
4. Pindahkan media NB ke dalam 3 tabung reaksi masing- masing     sebanyak 9 ml
5 Media NB digunakan untuk pengujian selanjutnya

2)      Media LB 

1.     Timbang media LB sebanyak  1,183 g

2.    Masukkan erlenmayer, lalu tambahkan aquadest diaduk dengan batang pengaduk ad   homogen

3.    Sterilkan media menggunakan autoklaf selama 20 menit dengan suhu 121°C

4.    Pindahkan media LB ke dalam 9 tabung reaksi yang sudah berisi tabung durham masing - masing sebanyak 9 ml

5.     Media LB digunakan untuk pengujian selanjutnya 

3)      Media BGLB 

    1.     Timbang media BGLB sebanyak 3.64 g

2.    Masukkan erlenmayer, lalu tambahkan aquadest diaduk dengan batang pengaduk ad homogen

3.    Sterilkan media menggunakan autoklaf selama 20 menit dengan suhu 121°C

4.    Pindahkan media BGLB ke dalam 9 tabung reaksi yang sudah berisi tabung durham   masing-masing sebanyak 9 ml

5.    Media BGLB digunakan untuk pengujian selanjutnya 
                 
4)      Media EMBA 

   1.     Timbang media EMBA sebanyak 5,22 g

        2.     Masukkan erlenmayer, lalu tambahkan aquadest diaduk dengan batang                                  pengaduk ad homogen

        3.     Panaskan media EMBA diatas kompor

        4.     Sterilkan media menggunakan autoklaf selama 20 menit dengan suhu 121°C

        5.     Pindahkan media EMBA ke dalam 9 cawan petri masing masing                                            sebanyak 15 ml

        6.     Media EMBA digunakan untuk pengujian selanjutnya 

5)      Tahap Analisis ( pengujian )

  •         Hari Pertama ( Uji praduga  


1.      Sampel Air PDAM

2.      Ambil sampel sebanyak 10 ml dengan gelas ukur, kemudian pindahkan di erlenmayer steril

3.      Ambil 1 ml sampel dari erlenmayer, lalu pindahkan ke dalam tabung reaksi berisi media NB

4.      Buatlah pengenceran 10'1 sampai 10'3 dari sampel

5.      Ambil 1 ml sampel, masukkan tabung reaksi pertama yang berisi media NB 10'1

6.      Ambil 1 ml sampel, masukkan tabung reaksi kedua yang berisi media NB 10'2

7.      Ambil 1 ml sampel, masukkan tabung reaksi ketiga yang berisi media NB 10'3

8.      Diinkubasi selama 24 jam 

  • *      Hari Kedua ( Uji Praduga

1.      Siapkan 9 tabung reaksi yang sudah berisi media LB dan tabung Durham

2.      Ambil tabung reaksi pengenceran 10'1 masukkan masing masing 1 ml ke dalam 3 tabung reaksi (seri 1) yang berisi media LB dan tabung durham

3.      Tutup tabung reaksi dengan sumbat, bungkus dengan plastik wrap dan beri label

4.      Ambil tabung reaksi pengenceran 10'2, masukkan masing masing 1 ml ke dalam 3 tabung reaksi (seri 2) yang berisi media LB dan tabung durham

5.      Tutup tabung reaksi dengan sumbat, bungkus dengan plastik wrap dan beri label

6.      Ambil tabung reaksi pengenceran 10'2, masukkan masing masing 1 ml ke dalam 3 tabung reaksi (seri 2) yang berisi media LB dan tabung durham

7.      Tutup tabung reaksi dengan sumbat, bungkus dengan plastik wrap dan beri label

8.      Ambil tabung reaksi pengenceran 10'3 , masukkan masing masing 1 ml ke dalam 3 tabung reaksi (seri 3) yang berisi media LB dan tabung durham

9.      Tutup tabung reaksi dengan sumbat, bungkus dengan plastik wrap dan beri label

  •        Uji penegas

1.      Ambil tabung reaksi yang menunjukkan ciri positif

2.      Kemudian ambil 1 ml dari tabung reaksi tiap-tiap seri yang menunjukkan ciri positif

3.      Kemudian masukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi medis BGLB dan tabung durham sesuai dengan tiap-tiap serinya

4.      Kemudian diinkubasi selama 24jam 


  •                            Uji Penguat
1.      Ambil tabung reaksi seri 1,2 dan 3 yang telah di inkubasi

2.      Amati berapa jumlah tabung yang positif pada 3 seri tabung tersebut

3.      Siapkan 9 cawan petri yang berisi media EMBA, kemudian bagi dalam 3 seri, tiap seri terdiri dari 3 cawan petri

4.      Ambil 1 tabung reaksi yang menunjukkan hasil positif dari seri 1

5.      Ambil 1 koloni dengan kawat ose yang sudah dipijarkan

6.      Lakukan teknik streak plat dengan cara sinambung pada cawan petri seri 1 ( 3 cawan petri)

7.      Lakukan pengulangan langkah-langkah yang sama untuk seri 2 dan seri 3

8.      Bungkus dengan plastik trap sebanyak 2 rangkap

9.      Di inkubasi selama 24 jam

  •       Pewarnaan

1.      NaCl

2.      Diberi 2 tetes di tengah-tengah object glass

3.      Ambil bakteri yang sudah tumbuh dalam cawan petri menggunakan kawat ose yang sudah dipijarkan

4.      Letakkan bakteri di object Glass yang sudah di tetesi NaCl kemudian buat Pusan

5.      Difiksasi diatas api bunsen selama lima detik

6.      Masukkan object Glass ke dalam gentian violet selama 1 menit kemudian dibersihkan dengan cara disiram aquadst menggunakan botol semprot, dikeringkan

7.      Masukkan object Glass ke dalam lugol selama 1 menit kemudian dibersihkan dengan cara disiram aquadst menggunakan botol semprot, dikeringkan

8.      Masukkan object Glass ke dalam larutan alkohol atau etanol selama 1 menit kemudian dibersihkan dengan cara disiram aquadst menggunakan botol semprot, dikeringkan

9.      Masukkan object Glass ke dalam  larutan Safranin selama 1 menit kemudian dibersihkan dengan cara disiram aquadst menggunakan botol semprot, dikeringkan

10.  Cuci dengan air yang sudah berada di botol semprot lalu amati dibawah mikroskop dengan perbesaran kuat 1000x

11.  Kemudian diamati dibawah mikroskop

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

No
Lampiran Foto
Keterangan
1
Pengamtan makroskopik bakteri pada media EMBA


*      Bentuk (Form)  : Circular 
*      Ukuran              : small (kecil)
*      Elevasi              : Convex
*      Margin              : Entire
*      Warna               : Hijau metalik
2
Pengamatan Mikroskopik



*      Bentuk   : Streptococccus (bentuk coccus yang berantai)
*      Warna    : Ungu
*      Jenis       : Bakteri gram positif
2
Pengamatan pada tabung reaksi media LB



Seri I

Tabung I
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna
3.      Terbentuk gelembung gas > 70 %

 Tabung II
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna
3.      Terbentuk gelembung gas > 70 %

Tabung III
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna
3.      Terbentuk gelembung gas > 70 %

Seri II

Tabung I
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna
3.      Terbentuk gelembung gas < 70 %
Tabung II
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna
3.      Terbentuk gelembung gas < 70 %
Tabung III
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna
3.      Terbentuk gelembung gas < 70

Seri III
Tabung I
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna
3.      Terbentuk gelembung gas > 70 %

Tabung II
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna
3.      Terbentuk gelembung gas > 70 %

Tabung III
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna
3.      Terbentuk gelembung gas > 70 %
3
Pengamatan Ciri Positif pada media BGLB


Seri I




Tabung I
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna

Tabung II
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna

Tabung III
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna


Seri II


Tabung I
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna
3.      Terbentuk gelembung gas > 70 %
Tabung II
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna

Tabung III
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna


Seri III

Tabung I
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna
3.      Terbentuk gelembung gas > 70 %

Tabung II
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna


Tabung III
1.      Terbentuk endapan
2.      Terjadi perubahan warna



               PEMBAHASAN 

Metode MPN merupakan salah satu metode perhitungan secara tidak langsung. Metode MPN terdiri dari tiga tahap yaitu, uji penduga, uji penegas dan uji penguat. Metode MPN biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair, meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat.
Untuk metode MPN (Most Probable Number) digunakan medium cair dalam wadah berupa tabung reaksi, perhitungan di lakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu tabung yang mengalami perubahan pada mediumnya baik itu berupa perubahan warna atau terbentuknya gelembung gas pada dasar tabung durham. Pada metode perhitungan MPN ini digunakan bentuk tiga seri pengenceran, yang pertama 10-1, 10-2, dan 10-3.
.  Sebelum semua prosedur kerja dilakukan terlebih dahulu tangan harus disterilkan menggunakan alkohol 70% yang disemprotkan ke seluruh permukaan tangan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kontaminan bakteri. Langkah selanjutnya dilakukan pengenceran pada sampel air PDAM. Pengenceran dilakukan dengan menggunakan aquades steril yang bertujuan untuk menimalisir jumlah bakteri yang terdapat pada medium yang digunakan, karena aquades adalah air dari hasil fermentasi yang tidak terdapat bakteri didalamnya sehingga pada pencampuran medium dengan bahan yang diujikan akan menangkap mikroorganisme yang terkandung di dalamnya sehingga mudah untuk diamati. Pengenceran dilakukan dengan menggunakan tiga seri tabung pengenceran 10-1, 10-2 dan 10-3.
Pada uji pendugaan dilakukan dengan menginkubasi sampel air yang telah dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi medium Lactose Broth dan tabung durham. Sebelum sampel air dari pengenceran dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi medium Lactose Broth bagian pinggir dari tabung reaksi difiksasi pada api bunsen, tujuan dari perlakuan fiksasi ini adalah untuk menjaga kesterilan dari media sehingga tidak terkontaminasi dengan udara. Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran Coliform dalam air, makanan, produk susu, dan mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya.  Pada tabung reaksi diletakkan tabung durham secara terbalik, fungsi dari tabung durham adalah untuk mengetahui terbentuknya gas gelembung atau untuk menangkap gas yang ditimbulkan akibat adanya fermentasi laktosa menjadi asam dan gas.
Setelah melakukan uji pendugaan dilanjutkan dengan uji penegasan. Uji penegasan berfungsi untuk meyakinkan hasil positif yang ada pada uji pendugaan. Medium yang digunakan dalam uji penegasan ini yaitu medium Brilliant Green Lactase Bilebroth (BGLB) yang merupakan media yang akan berwarna hijau metalik jika terdapat reaksi fermentasi dengan media. Warna ini berasal dari adanya koloni Coliform yang bereaksi dengan BGLB. E. Coli merupakan bakteri fermentasi, seringkali menghasilkan warna hijau metalik mengkilap. Brilliant Green Lactose Bile Broth, dibuat dari peptone, lactose, oxgall, brilliant green, dan aquades. Fungsi dari medium BGLB adalah untuk mendeteksi bakteri Coliform yang ada pada air.
Pada hasil pengamatan uji pendugaan hasil positif ditandai dengan adanya gelembung pada tabung durham yang berarti terjadi proses fermentasi laktosa menjadi asam dan gas. Pada sampel air sumur MPN 10-1 terdapat hasil positif dari ketiga tabung tersebut. Pada MPN 10-2 terdapat ketiga tabung menunjukkan hasil yang positif. Sedangkan pada MPN 10-3 terdapat hasil positif pada tabung pertama,  tabung kedua dan ketiga. Setelah ditentukan nilai MPN Coliform berdasarkan tabel MPN  dengan formasi 3-3-3 nilai MPN/g dari air PDAM adalah  >1100 atau dalam sampel air tersebut mengandung Coliform 1 ml air pada setiap gramnya.
Setelah melakukan uji pendugaan dilanjutkan dengan uji penegasan. Hasil positif pada medium BGLB menandakan bahwa air yang diujikan mengandung bakteri Coliform  fekal menandakan keberadaan bakteri Escherichia coli
Hal ini berarti sampel air PDAM sudah diambang batas, karena menurut Standar WHO yakni 95% dari sampel-sampel tidak boleh mengandung Coliform dalam 100 ml, tidak ada sampel yang mengandung E. coli dalam 100 ml, tidak ada sampel yang mengandung Coliform lebih dari 10 dalam 100 ml.  


 BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dari uji kualitas air dengan menggunakan metode MPN dapat diambil kesimpulan bahwa:
1.      Metode yang digunakan dalam pemeriksaan kualitas air PDAM adalah metode MPN (Most Probable Number) karena metode ini dapat mendeteksi Coliform dalam jumlah yang sangat rendah. Metode MPN terdiri dari tiga tahap, yaitu uji pendugaan , uji penegas dan uji penguat . Metode MPN (most probable number) menggunakan medium cair dalam wadah berupa tabung reaksi, perhitungan di lakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu tabung yang mengalami perubahan pada mediumnya baik itu berupa perubahan warna atau terbentuknya gelembung gas pada dasar tabung durham.
2.      Kualitas air pada sampel air PDAM yang diuji tidak layak untuk dikonsumsi sebagai air minum sebab jumlah bakteri Coliform sangat banyak pada jenis air sampel sehingga akan berbahaya bila dikonsumsi, jumlah bakteri yang terdapat pada sampel air pdam mengandung Coliform >1100 mlair 



DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta. (http://yayanajuz.blogspot.com/2012/06/laporan-mengukur-kualitasairdengan html) Di akses pada tanggal 6 Mei 2013 pukul 20.34 WITA.



Fardiaz. 1996. Analisis Mikrobiologi Pangan. PT Radja Grafindo Persada. Jakarta. (http://dunia-mikro.blogspot.com/) Di akses pada tanggal 6 Mei 2013 pukul 20.56 WITA.



Pratiwi, Sylvia T. 2008. Most Probable Number (MPN) Coliform Dengan Variasi                      
                          Volume Media Lacctose Broth Single Strenght (LBSS) Dan
                           Lactose Broth Double Sterngth (LBDS), Jurnal Kesehatan 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

UJI POTENSI SENYAWA MIKROBA

UJI CEMARAN MIKROBA METODE ALT