UJI CEMARAN MIKROBA METODE MPN
LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI
MIKROBIOLOGI
UJI CEMARAN MIKROBA
METODE MPN (MOST PROBABLE NUMBER) PADA AIR PDAM DI DAERAH KETINTANG SURABAYA
METODE MPN (MOST PROBABLE NUMBER) PADA AIR PDAM DI DAERAH KETINTANG SURABAYA
Disusun oleh :
Ayu Handika Ariyanto A3-18
/1351810185
Anisa
Salsabila A3-18
/ 1351810190
Salsabila faisal
A A3-18/
1351810191
Menara hanum hanny
S A3-18/ 1351810195
Yohana mira
A3-18/ 13518102197
Lailatul
munawaroh A3-18/
1351810201
AKADEMI FARMASI SURABAYA
2019
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Air merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan
penyakit. Air bersih adalah air yang jernih, tidak berwarna, tawar dan tidak
berbau. Sumber daya alam yaitu air, dapat diperoleh dari air permukaan meliputi
air sungai, danau, waduk, rawa dan genangan air lainya.
Air
merupakan kebutuhan yang paling dibutuhkan di dalam kehidupan manusia. Air yang
ada di alam bukanlah didapat sebagai air murni, melainkan sebagai air yang
mengandung bermacam-macam zat, baik yang terlarut ataupun tersuspensi. Jenis
dan jumlah zat tersebut tergantung dari kondisi lingkungan sekitar sumbernya.
Air merupakan materi esensial bagi
kehidupan makhluk hidup, karena makhluk hidup memerlukan air untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya. Secara umum fungsi air dalam tubuh setiap
mikroorganisme adalah untuk melarutkan senyawa organik, menstabilkan suhu tubuh
dan melangsungkan berbagai reaksi kimia tingkat seluler.
Pemeriksaan air secara mikrobiologi sangat
penting dilakukan karena air merupakan substansi yang sangat penting dalam
menunjang kehidupan mikroorganisme yang meliputi pemeriksaan secara
mikrobiologi baik secara kualitatif maupun kuantitatif dapat dipakai sebagai
pengukuran derajat pencemaran.
Uji kualitatif Coliform secara lengkap terdiri dari tiga
tahap yaitu uji dugaan (presumptive test), uji penetapan (confirmed
test), dan uji pelengkap (completed test). Metode pengujian yang
digunakan adalah metode Most Probable Number (MPN) atau Jumlah
Perkiraan Terbatas (JPT).
Analisis kuantitatif mikrobiologi pada air minum penting dilakukan untuk
mengetahui mutu air minum tersebut. Ada beberapa cara yang dapat digunakan
untuk menghitung atau mengukur jumlah jasad renik dalam suatu suspensi, salah
satunya adalah pemeriksaan adanya bakteri Coliform pada
minuman dengan metode MPN (Most Probable Number).
Pemeriksaan derajat pencemaran air secara
mikrobiologi umumnya ditunjukkan dengan kehadiran bakteri indikator
seperti Coliform dan Fecal coli. Bakteri Coliform sebagai suatu kelompok dicirikan sebagai bakteri berbentuk batang
gram negatif, tidak membentuk spora, aerobik,
dan anaerobik fakultatif yang memfermentasi laktosa dengan menghasilkan asam dan gas
dalam waktu 48 jam pada suhu 35° C. Berdasarkan hal inilah yang melatar belakangi dilaksanakannya praktikum
ini untuk mengetahui teknik pengujian kualitas air dengan menggunakan metode
MPN sehingga dapat mengetahui air yang baik untuk dikonsumsi.
Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum uji kualitas air dengan menggunakan metode MPN
adalah:
1. Untuk mengetahui teknik uji kualitas air dengan menggunakan
metode MPN.
2. Untuk mengetahui kualitas dari air sumur,
air sungai dan air galon.
Manfaat
Adapun manfaat yang diperoleh dari hasil praktikum uji kualitas air dengan metode MPN ini adalah dapat mengetahui metode uji kualitas air dengan metode
MPN sehingga dapat mengetahui kualitas dari air sumur, air sungai dan air galon yang di ujikan sehingga diketahui layak tidaknya air tersebut untuk
dikonsumsi. Sebagai tenaga kesehatan masyarakat, dengan adanya pengetahuan tentang
pengujian kualitas air, maka dapat dilakukan penyuluhan kepada masyarakat akan
pentingnya air yang bersih dan bebas dari mikroba, demi meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Mikrobiologi
adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikroba adalah salah satu cabang ilmu
dari biologi, dan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika dan biokimia. Dalam
mikrobiologi dasar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba,
macam-macam mikroba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya. (SriSumarsih,
2003)
Pada bidang mikrobiologi terdapat pengujian
yang meliputi beberapa metode, yakni metode TPC (Total Plate Count), metode MPN
(Most Probable Number) dan uji potensial. Metode MPN (Most Probable Number)
merupakan uji yang mendeteksi uji fermentatif coliform dalam sampel. Pengujian
dengan metode MPN terdiri dari tiga tahap, itu uji praduga (presumptive test),
uji konfirmasi (confirmed test), dan uji pelengkap atau uji kelengkapan
(completed test). Masing-masing uji tersebut menggunakan media LB, NB dan BGLB.
Metode MPN juga dapat dipergunakan sebagai indikator proses higiene sanitasi
produk, analisis mikroba lingkungan pada produk jadi, indikator proses
pengawasan dan digunakan sebagai dasar kecurigaan dapat atau tidak diterimanya
suatu produk berdasarkan kualitas mikrobiologinya.
Coliform
adalah kelompok bakteri yang mudah menyebar dan banyak terdapat di air dan
dapat menyebabkan pencemaran pada air tersebut. Kualitas air ditentuken oleh
banyak air kotor salah satunya adalah keberadaan bakteri coliform. Pada pengujian kali ini, dilakukan pengujain terhadap
suatu produk minuman jadi yaitu jamu tradisional atau jamu gendong (sinom).
Suatu mikroba akan mudah sekali tumbuh pada
substrat yang didalamnya terdapat nutrisi untuk kebutuhan hidupnya. Air
merupakan salah satu substrat yang penting bagi kehidupan mikroba. Mikroba yang
mudah menyebar dan banyak terdapat di air yaitu, bakteri coliform fekal seperti
Escherichia coli sedangkan untuk bakteri non fekal yaitu Aerobacter dan
klebsiella yang bukan berasal dari tinja manusia, tetapi mungkin berasal dari
sumber lain. Air yang telah terkontaminasi oleh mikroba akan menimbulkan
perubahan warna, bau, maupun rasanya, tidak terkecuali pada larutan jamu.
Produk pangan tradisional jamu memiliki kelemahan dalam hal kandungan
mikrobiologi. Produk jamu sangat mudah terkontaminasi mikroba karena proses
yang kurang higienis. Jamu yang terkontaminasi oleh mikroba tidak selayaknya di
konsumsi oleh masyarakat. Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-2897-1992 dan
Persyaratan Batas Cemaran Mikroba Standar Industri Indonesia ( SII 0154-90),
angka lempeng total maksimum 6,00 CFU/ml, bakteri coliform maksimum 1,30
CFU/ml, kapang maksimum 4,00 CFU/ml, serta tidak boleh mengandung bakteri salmonela-shigella (Departemen Kesehatan
RI, nomor : 03726/B/SK/VII/89. 10 Juli 1989). Sedangkan menurut SNI 7388-2009,
bahwa batas maksimum MPN koliform jamu tradisional adalah <3/ml sedangkan
untuk MPN Escherichia coli adalah
3/ml.
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
I. Alat dan Bahan
1. Alat
1. Pipet tetes
2. Rak tabung
3. Tabung reaksi
4. Gelas ukur 10 ml
5. Tabung durham
6. Bunsen
7. Inkubator
8. Erlenmeyer
9. Cawan petri
2. Bahan
1. Sampel air PDAM
2. Medium Brilliant Green Lactase Bilebroth (BGLB)
3. Medium Laktose Broth (LB)
4. Medium Escherichia coli (EC)
5. Aquades steril
6. Alkohol 70%
7. Korek api
8. Spiritus
9. Label
II.
Pembuatan
Media
1)
Media
NB
1. Timbang
media NB sebanyak 300 mg
2. Masukkan
erlenmayer, lalu tambahkan aquadest diaduk dengan batang
pengaduk ad homogen
3. Sterilkan
media menggunakan autoklaf selama 20 menit dengan suhu
121°C
4. Pindahkan
media NB ke dalam 3 tabung reaksi masing- masing sebanyak
9 ml
5. Media NB digunakan untuk
pengujian selanjutnya
2)
Media
LB
1. Timbang media LB sebanyak 1,183 g
2. Masukkan
erlenmayer, lalu tambahkan aquadest diaduk dengan batang pengaduk ad homogen
3. Sterilkan media
menggunakan autoklaf selama 20 menit dengan suhu 121°C
4. Pindahkan media
LB ke dalam 9 tabung reaksi yang sudah berisi tabung durham masing - masing
sebanyak 9 ml
5.
Media LB
digunakan untuk pengujian selanjutnya
3)
Media
BGLB
1.
Timbang media
BGLB sebanyak 3.64 g
2. Masukkan
erlenmayer, lalu tambahkan aquadest diaduk dengan batang pengaduk ad homogen
3. Sterilkan media
menggunakan autoklaf selama 20 menit dengan suhu 121°C
4. Pindahkan media
BGLB ke dalam 9 tabung reaksi yang sudah berisi tabung durham masing-masing sebanyak
9 ml
5. Media BGLB digunakan untuk pengujian selanjutnya
4)
Media
EMBA
1. Timbang media EMBA sebanyak 5,22 g
2. Masukkan erlenmayer, lalu tambahkan aquadest diaduk
dengan batang pengaduk ad homogen
3.
Panaskan media
EMBA diatas kompor
4.
Sterilkan media
menggunakan autoklaf selama 20 menit dengan suhu 121°C
5.
Pindahkan media
EMBA ke dalam 9 cawan petri masing masing sebanyak 15 ml
6.
Media EMBA
digunakan untuk pengujian selanjutnya
5)
Tahap
Analisis ( pengujian )
- Hari Pertama ( Uji praduga )
1. Sampel Air PDAM
2. Ambil
sampel sebanyak 10 ml dengan gelas ukur, kemudian pindahkan di erlenmayer
steril
3. Ambil
1 ml sampel dari erlenmayer, lalu pindahkan ke dalam tabung reaksi berisi media
NB
4. Buatlah
pengenceran 10'1 sampai 10'3 dari sampel
5. Ambil
1 ml sampel, masukkan tabung reaksi pertama yang berisi media NB 10'1
6. Ambil
1 ml sampel, masukkan tabung reaksi kedua yang berisi media NB 10'2
7. Ambil
1 ml sampel, masukkan tabung reaksi ketiga yang berisi media NB 10'3
8. Diinkubasi
selama 24 jam
Hari Kedua ( Uji Praduga )
1. Siapkan
9 tabung reaksi yang sudah berisi media LB dan tabung Durham
2. Ambil
tabung reaksi pengenceran 10'1 masukkan masing
masing 1 ml ke dalam 3 tabung reaksi (seri 1) yang berisi media LB dan tabung
durham
3. Tutup
tabung reaksi dengan sumbat, bungkus dengan plastik wrap dan beri label
4. Ambil
tabung reaksi pengenceran 10'2, masukkan masing
masing 1 ml ke dalam 3 tabung reaksi (seri 2) yang berisi media LB dan tabung
durham
5. Tutup
tabung reaksi dengan sumbat, bungkus dengan plastik wrap dan beri label
6. Ambil
tabung reaksi pengenceran 10'2, masukkan masing
masing 1 ml ke dalam 3 tabung reaksi (seri 2) yang berisi media LB dan tabung
durham
7. Tutup
tabung reaksi dengan sumbat, bungkus dengan plastik wrap dan beri label
8. Ambil
tabung reaksi pengenceran 10'3 , masukkan masing
masing 1 ml ke dalam 3 tabung reaksi (seri 3) yang berisi media LB dan tabung
durham
9. Tutup
tabung reaksi dengan sumbat, bungkus dengan plastik wrap dan beri label
- Uji penegas
1. Ambil
tabung reaksi yang menunjukkan ciri positif
2. Kemudian
ambil 1 ml dari tabung reaksi tiap-tiap seri yang menunjukkan ciri positif
3. Kemudian
masukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi medis BGLB dan tabung durham sesuai
dengan tiap-tiap serinya
4. Kemudian
diinkubasi selama 24jam
- Uji Penguat
1. Ambil
tabung reaksi seri 1,2 dan 3 yang telah di inkubasi
2. Amati
berapa jumlah tabung yang positif pada 3 seri tabung tersebut
3. Siapkan
9 cawan petri yang berisi media EMBA, kemudian bagi dalam 3 seri, tiap seri
terdiri dari 3 cawan petri
4. Ambil
1 tabung reaksi yang menunjukkan hasil positif dari seri 1
5. Ambil
1 koloni dengan kawat ose yang sudah dipijarkan
6. Lakukan
teknik streak plat dengan cara sinambung pada cawan petri seri 1 ( 3 cawan
petri)
7. Lakukan
pengulangan langkah-langkah yang sama untuk seri 2 dan seri 3
8. Bungkus
dengan plastik trap sebanyak 2 rangkap
9. Di
inkubasi selama 24 jam
- Pewarnaan
1. NaCl
2. Diberi
2 tetes di tengah-tengah object glass
3. Ambil
bakteri yang sudah tumbuh dalam cawan petri menggunakan kawat ose yang sudah
dipijarkan
4. Letakkan
bakteri di object Glass yang sudah di tetesi NaCl kemudian buat Pusan
5. Difiksasi
diatas api bunsen selama lima detik
6. Masukkan
object Glass ke dalam gentian violet selama 1 menit kemudian dibersihkan dengan
cara disiram aquadst menggunakan botol semprot, dikeringkan
7. Masukkan
object Glass ke dalam lugol selama 1 menit kemudian dibersihkan dengan cara disiram
aquadst menggunakan botol semprot, dikeringkan
8. Masukkan
object Glass ke dalam larutan alkohol atau etanol selama 1 menit kemudian
dibersihkan dengan cara disiram aquadst menggunakan botol semprot, dikeringkan
9. Masukkan
object Glass ke dalam larutan Safranin
selama 1 menit kemudian dibersihkan dengan cara disiram aquadst menggunakan
botol semprot, dikeringkan
10. Cuci
dengan air yang sudah berada di botol semprot lalu amati dibawah mikroskop
dengan perbesaran kuat 1000x
11. Kemudian
diamati dibawah mikroskop
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
No
|
Lampiran Foto
|
Keterangan
|
1
|
Pengamtan
makroskopik bakteri pada media EMBA
|
|
2
|
Pengamatan
Mikroskopik
|
|
2
|
Pengamatan
pada tabung reaksi media LB
|
|
Seri
I
|
Tabung
I
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
3.
Terbentuk gelembung gas > 70 %
|
|
Tabung II
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
3.
Terbentuk gelembung gas > 70 %
|
||
Tabung
III
1. Terbentuk
endapan
2. Terjadi
perubahan warna
3. Terbentuk
gelembung gas > 70 %
|
||
Seri
II
|
Tabung
I
1. Terbentuk
endapan
2. Terjadi
perubahan warna
3. Terbentuk
gelembung gas < 70 %
|
|
Tabung
II
1. Terbentuk
endapan
2. Terjadi
perubahan warna
3. Terbentuk
gelembung gas < 70 %
|
||
Tabung
III
1. Terbentuk
endapan
2. Terjadi
perubahan warna
3. Terbentuk
gelembung gas < 70
|
||
Seri
III
|
Tabung
I
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
3.
Terbentuk gelembung gas > 70 %
|
|
Tabung
II
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
3.
Terbentuk gelembung gas > 70 %
|
||
Tabung
III
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
3.
Terbentuk gelembung gas > 70 %
|
||
3
|
Pengamatan
Ciri Positif pada media BGLB
|
|
Seri
I
|
Tabung
I
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
|
|
Tabung
II
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
|
||
Tabung
III
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
|
||
Seri
II
|
Tabung
I
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
3.
Terbentuk gelembung gas > 70 %
|
|
Tabung
II
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
|
||
Tabung
III
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
|
||
Seri
III
|
Tabung
I
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
3.
Terbentuk gelembung gas > 70 %
|
|
Tabung
II
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
Tabung
III
1.
Terbentuk endapan
2.
Terjadi perubahan warna
|
||
PEMBAHASAN
Metode MPN
merupakan salah satu metode perhitungan secara tidak langsung. Metode MPN
terdiri dari tiga tahap yaitu, uji penduga, uji penegas dan uji penguat.
Metode MPN biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh
yang berbentuk cair, meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk
padat.
Untuk metode MPN (Most
Probable Number) digunakan medium cair dalam wadah berupa tabung reaksi,
perhitungan di lakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu tabung yang
mengalami perubahan pada mediumnya baik itu berupa perubahan warna atau
terbentuknya gelembung gas pada dasar tabung durham. Pada metode perhitungan
MPN ini digunakan bentuk tiga seri pengenceran, yang pertama 10-1,
10-2, dan 10-3.
. Sebelum semua prosedur kerja dilakukan terlebih
dahulu tangan harus disterilkan menggunakan
alkohol 70% yang disemprotkan ke seluruh permukaan tangan yang bertujuan untuk
mencegah terjadinya kontaminan bakteri. Langkah selanjutnya dilakukan
pengenceran pada sampel air PDAM. Pengenceran dilakukan dengan menggunakan
aquades steril yang bertujuan untuk menimalisir
jumlah bakteri yang terdapat pada medium yang digunakan, karena aquades adalah
air dari hasil fermentasi yang tidak terdapat bakteri didalamnya sehingga pada
pencampuran medium dengan bahan yang diujikan akan menangkap mikroorganisme
yang terkandung di dalamnya sehingga mudah untuk diamati. Pengenceran dilakukan
dengan menggunakan tiga seri tabung pengenceran 10-1, 10-2 dan
10-3.
Pada uji pendugaan
dilakukan dengan menginkubasi sampel air yang telah dimasukkan ke dalam tabung reaksi
yang berisi medium Lactose Broth dan tabung durham. Sebelum
sampel air dari pengenceran dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi
medium Lactose Broth bagian pinggir dari tabung reaksi
difiksasi pada api bunsen, tujuan dari perlakuan fiksasi ini adalah untuk menjaga kesterilan dari media sehingga tidak
terkontaminasi dengan udara. Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi
kehadiran Coliform dalam air, makanan, produk susu, dan
mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Pada tabung reaksi diletakkan tabung durham
secara terbalik, fungsi dari tabung durham adalah untuk mengetahui
terbentuknya gas gelembung atau untuk menangkap gas yang ditimbulkan akibat
adanya fermentasi laktosa menjadi asam dan gas.
Setelah melakukan
uji pendugaan dilanjutkan dengan uji penegasan. Uji penegasan berfungsi
untuk meyakinkan hasil positif yang ada pada uji pendugaan. Medium yang
digunakan dalam uji penegasan ini yaitu medium Brilliant Green
Lactase Bilebroth (BGLB) yang merupakan media yang akan berwarna
hijau metalik jika terdapat reaksi fermentasi dengan media. Warna ini berasal
dari adanya koloni Coliform yang bereaksi dengan BGLB. E.
Coli merupakan bakteri fermentasi, seringkali menghasilkan warna hijau
metalik mengkilap. Brilliant Green Lactose Bile Broth, dibuat dari
peptone, lactose, oxgall, brilliant green, dan aquades. Fungsi dari medium BGLB
adalah untuk mendeteksi bakteri Coliform yang ada pada air.
Pada hasil
pengamatan uji pendugaan hasil positif ditandai dengan adanya gelembung pada
tabung durham yang berarti terjadi proses fermentasi laktosa menjadi asam
dan gas. Pada sampel air sumur MPN 10-1 terdapat hasil
positif dari ketiga tabung tersebut. Pada MPN 10-2 terdapat
ketiga tabung menunjukkan hasil yang positif. Sedangkan pada MPN 10-3 terdapat
hasil positif pada tabung pertama, tabung kedua dan ketiga. Setelah
ditentukan nilai MPN Coliform berdasarkan tabel
MPN dengan formasi 3-3-3 nilai MPN/g dari air PDAM adalah >1100 atau dalam sampel air tersebut
mengandung Coliform 1 ml air pada setiap gramnya.
Setelah melakukan
uji pendugaan dilanjutkan dengan uji penegasan. Hasil positif pada medium BGLB
menandakan bahwa air yang diujikan mengandung bakteri Coliform
fekal menandakan keberadaan bakteri Escherichia coli
Hal ini berarti
sampel air PDAM sudah diambang batas, karena menurut Standar WHO yakni 95% dari
sampel-sampel tidak boleh mengandung Coliform dalam 100 ml,
tidak ada sampel yang mengandung E. coli dalam 100 ml, tidak
ada sampel yang mengandung Coliform lebih dari 10 dalam 100
ml.
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dari uji kualitas air dengan menggunakan metode MPN dapat diambil kesimpulan bahwa:
1. Metode yang digunakan dalam pemeriksaan kualitas air PDAM adalah metode MPN (Most Probable Number) karena metode ini dapat mendeteksi Coliform dalam jumlah yang sangat rendah. Metode MPN terdiri dari tiga tahap, yaitu uji pendugaan , uji penegas dan uji penguat . Metode MPN (most probable number) menggunakan medium cair dalam wadah berupa tabung reaksi, perhitungan di lakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu tabung yang mengalami perubahan pada mediumnya baik itu berupa perubahan warna atau terbentuknya gelembung gas pada dasar tabung durham.
2. Kualitas air pada sampel air PDAM yang diuji tidak layak untuk dikonsumsi sebagai air minum sebab jumlah bakteri Coliform sangat banyak pada jenis air sampel sehingga akan berbahaya bila dikonsumsi, jumlah bakteri yang terdapat pada sampel air pdam mengandung Coliform >1100 mlair
DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta. (http://yayanajuz.blogspot.com/2012/06/laporan-mengukur-kualitasairdengan html) Di akses pada tanggal 6 Mei 2013 pukul 20.34 WITA.
Fardiaz. 1996. Analisis Mikrobiologi Pangan. PT Radja Grafindo Persada. Jakarta. (http://dunia-mikro.blogspot.com/) Di akses pada tanggal 6 Mei 2013 pukul 20.56 WITA.
Pratiwi, Sylvia T. 2008. Most Probable Number
(MPN) Coliform Dengan Variasi
Volume Media Lacctose Broth Single Strenght (LBSS) Dan
Lactose Broth Double Sterngth (LBDS), Jurnal Kesehatan
Volume Media Lacctose Broth Single Strenght (LBSS) Dan
Lactose Broth Double Sterngth (LBDS), Jurnal Kesehatan





Komentar
Posting Komentar