UJI POTENSI SENYAWA MIKROBA

LAPORAN PRAKTIKUM

MIKROBIOLOGI




UJI POTENSI SENYAWA MIKROBA MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN PEPAYA 


Disusun oleh :
Ayu Handika Ariyanto     A3-18 /1351810185
Anisa Salsabila                 A3-18 / 1351810190
Salsabila faisal A               A3-18/ 1351810191
Menara hanum hanny S     A3-18/ 1351810195
 Yohana mira                       A3-18/ 13518102197
Lailatul munawaroh           A3-18/ 1351810201
Rachmad doni                    A3-18/ 1351810204


AKADEMI FARMASI SURABAYA
2019

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
          Antimikroba adalah suatu bahan yang dapay mengganggu pertumbuhan dan metabolisme mikroorganisme. Pemakaian bahan antimikroba merupakan suatu usaha untuk mengendalikan bankteri maupun jamur, yaitu segala kegiatan yang dapat menghambat, membasmi, atau menyingkirkan mikroorganisme. Tujuan utama pengendalian mikroorganisme pada inang yang terinfeksi, dan mencegah pembusukan dan perusakan oleh mikroorganisme (Pelcxar & Chan, 1988).
            Uji potensi antimikroba dapat dilakukan dengan dua mcam metode, yaitu metode difusi dan metode dilusi. Cara pengujian potensi (daya atau kekuatan) senyawa antimikroba ada bermacam-macam, bergantung pada sifat dan bentuk sediaan senyawa antimikroba. Pada umumnya digunakan cara pengenceran, cylinder diffusion plate method, paper disk diffusion method dan agar dilution plate method.
            Metode yang digunakan yaitu difusi yang merupakan terdifusinya senyawa antimikroba (misalnya antibiotic) ke dalam media padat dimana mikroba uji (misalnya bakteri pathogen) telah diinokulasikan. Metode difusi dilakukan secara paper disk dan secara sumuran. Adapun yang digunakan pada uji ini yaitu secara paper disk, kertas disk yang mengandung senyawa anti mikroba diletakkan diatas permukaan media agar yang telah ditanam mikroba uji, setelah itu hasilnya dibaca. Penghambatan pertumbuhan mikroba oleh senyawa anti mikroba terlihat sebagai zona jernih disekitar pertumbuhan mikroba.
            Tujuan dari proses uji potensial ini untuk mengetahu zona jernih disekitar pertumbuhan mikroba kemudian mengukur diameter zona jernih yang terbentuk disekitar paper disk dengan jangka sorong. Dan juga untuk mengetahui ada atau tidaknya penghambatan pertumbuhan mikroba oleh senyawa anti mikroba.



TUJUAN
    Adapun tujuan praktikum mengenai penentuan potensi sabun pigion ini adalah
untuk mengukur luas hambatan pertumbuhan mikroba Escherichia coli.

MANFAAT
      Mafaat dari percobaan inI untuk mengetahui zona hambat pertumbuhan
mikroba Escherichia coli.

RUMUSAN MASALAH
     Bagaimana cara mengetahui daya desinfikasi dari beberapa desinfektan tertentu
terhadap bakteri Escherichia coli.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

                Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tumbuhan perdu yang berbatang tegak dan basah. Hampir semua bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan, seperti daun, batang, buah dan akarnya. Pepaya merupakan salah satu tanaman yang digunakan dalam pengobatan tradisional. Bagian tanaman ini yang sering digunakan sebagai obat tradisional adalah daunnya.
                                Secara tradisional daun pepaya dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengatasi penyakit diare dan mengobati penyakit kulit seperti jerawat. Penyakit diare dapat disebabkan oleh bakteri, diantaranya bakteri Escherichia coli, sedangkan penyakit kulit seperti jerawat dapat disebabkan oleh bakteri Stapylococcus aureus. Bakteri Escherichia coli dan Stapylococcus aureus merupakan bakteri pathogen yang sering menginfeksi manusia
                    Bakteri Escherichia coli merupakan penyebab penyakit diare akut yang diderita oleh semua usia. Bakteri Escherichia coli menghasilkan toksin yang dapat melekat dan merusak sel-sel mukosa usus halus. Gejala klinis yang paling sering terjadi dalam kasus infeksi ini antara lain diare berair, kram perut, demam ringan, mual, dan rasa tidak enak badan. Bakteri Escherichia coli diklasifikasikan oleh ciri khas sifat-sifat virulensinya dan setiap grup menimbulkan penyakit melalui mekanisme yang berbeda, antara lain EPEC, EHEC, ETEC, EIEC dan EAEC (Jawetz, 2008).
Uji potensi antimikroba dapat dilakukan menggunakan dua macam metode, yaitu metode difusi dan metode dilusi. Prinsip kerja metode difusi adalah dengan terdifusinya senyawa antimikroba kedalam media padat dimana mikroba uji telah diinokulasikan. Sedangkan, prinsip kerja metode dilusi adalah dengan menentukan konsentrasi terendah dari senyawa antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri (konsentrasi hambat minimum).
Metode difusi dapat dilakukan secara paper disk dan sumuran. Pada metode difusi secara paper disk dilakukan dengan, kertas disk yang mengandung senyawa antimikroba diletakkan diatas permukaan media agar yang telah ditanami mikroba uji, setelah itu hasil yang terbentuk dibaca. Sedangkan, pada metode difusi secara sumuran dilakukan dengan pembuatan sumuran yang dibuat tegak lurus terhadap permukaan media agar, dan dengan diameter tertentu pada media agar yang telah ditanami mikroba uji, antimikroba diinokulasikan kedalam sumuran yang telah dibuat dan diinkubasikan, setelah itu hasil yang terbentuk dibaca.

Hasil yang terdapat pada metode difusi secara paper disk dan sumuran adalah sama yaitu dengan mengamati ada atau tidaknya penghambatan pertumbuhan mikroba oleh senyawa antimikroba yang terlihat sebagai zona jernih di sekitar pertumbuhan mikroba. Luas dari zona jernih merupakan petunjuk kepekaan mikroba terhadap antimikroba. Selain itu, luas dari zona jernih juga berkaitan dengan  kecepatan berdifusi dari antimikroba dalam media.






BAB III
METODELOGI PENELITIAN
ALAT :
Tabung reaksi
Cawan petri
Mikropipet
Yellow tip
Kertas cakram
Erlenmeyer
Jangka sorong
BAHAN :
NA ( Natrium Agar )
Ekstrak daun papaya
METODE :
a.      Preparasi potensi ekstak daun pepaya secara difusi sumuran
1.      Siapkan 3 cawan petri yang berisi 15 ml media nutrient agar (NA).
2.      Membuat kontrol kontaminasi media.
a.       Buka cawan petri, buatlah sumuran pada cawan petri 1 dengan pelobang.
b.      Ambil bulatan NA pada sumur yang dibuat dengan jarum ose secara hati hati sehingga ose disekelilingnya tidak tergores/rusak.
c.       Masukan bulatan NA tersebut ke dalam beakerglass berisi alkohol.
d.      Beri label pada dasar cawan petri.
3.      Pembuatan kontrol pertumbuhan bakteri uji secara double layer.
a.       Ambil 1ml bakteri uji, inokulasikan ke dalam cawan petri yang sudah ada media NA secara pour plate, kemudian tuangkan secara merata sebagai seed layer agar diatas base layer agar, biarkan memadat.
b.      Buat 1 sumuran menggunakan pelunang gabus no 04. Pembuatan sumuran dilakukan sampai dasar seed layer agar dan  tidak menembus base layer agar yang berfungsi sebagai dasar sumuran
c.       Beri label pada cawan petri.
4.      Pembuatan kontrol negatif dan menguji potensi antimikroba secara difusi sumuran
a.       Buatlah garis dengan sepidol dibagi menjadi 4 bagian pada cawan petri yang sudah ada mediabase layer dan seed layer agar.
b.      Buat sumuran pada bagian tengan ke 4 bidang cawan petri dengan cara yang sama
c.       Gunakan  mikro pipet, pada masing masing sumuran tersebut diinokulasi sebanyak 50µl senyawa uji dengan kontrol negatif dan 4 variasi konsentrasi senyawa uji.
d.      Beri label pada cawn petri dan ikubasikan selam 24 jam. Untuk mengetahui zona beningnya
e.       Amati pertumbuhannya. Ukuran diameter zona jernih di sekitar semuaran menggunakan jangka sorong. Hitung zona hambat terbentuknya.







BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengamatan Zona Bening
Cawan 1 RED
Konsentrasi
Kontrol
2%
4%
6%
8%
10%
1
6

0,68mm
1,01mm
0,67mm

2
6


0,01mm
0,77mm

3
6


0,82mm
0,87mm

4
6


0,82mm
0,67mm

Rata-rata



0,665mm
0,745mm


Cawan 2 WHITE
Konsentrasi
Kontrol
2%
4%
6%
8%
10%
1
6
0,72mm
0,87mm



2
6
0,75mm
0,68mm



3
6
0,57mm
0,71mm



4
6
0,67mm
0,71mm



Rata-rata

0,6775mm
0,744mm




Uji potensial antibiotik adalah suatu teknik untuk menetapkan potensi suatu antibiotik dengan mengukur suatu senyawa pada pertumbuhan mikroorganisme. Efek yang ditimbulkan berupa daya hambatnya terhadap mikroorganisme. Uji potensi antibiotik dapat dilakukan dengan cara kimia, fisikokimia dan dengan cara mikrobiologi atau biologik. Pada praktikum ini dilakukan secara mikrobiologik karena dapat menunjukan penurunan aktifitas mikroba sehingga terjadi perubahan yang kecil yang tidak dapat ditunjukkan secara kimia.
Uji potensi secara mikrobiologi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu metode paper disk dan metode sumuran. Pada pengujian yang telah dilakukan, terbentuk zona bening disekitar paper disk. Ini menujukkan bahwa antibiotik yang digunakan berpotensi menghambat pertumbuhan E.coli . Pada percobaan ini media yang digunakan adalah media NA (Nutrien Agar) karena media ini dispesifikasikan untuk pembiakan bakteri.
Berdasarkan hasil pengamatan setelah sampel diinkubasi selama 24 jam, diperoleh hasil bahwa pada cawan petri yang diberikan sampel sabun pigeon, terdapat zona hambat yang ditandai dengan daerah sekitar paper disk berwarna bening. Pada percobaan ini diperoleh hasil perhitungan pada cawan 1 RED konsentrasi 6% adalah , 0,665mm  konsentrasi 8% adalah 0,745mm dan pada cawan 2 WHITE konsentrasi 2% adalah 0,6775mm dan konsentrasi 4% adalah 0,744mm


BAB V
KESIMPULAN



Dari praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa uji potensial secara mikrobiologi, terbentuknya zona bening atau zona hambat yang menandakan adanya potensi dari antibiotik yang digunakan dalam menghambat dan membunuh bakteri gram negatif yaitu E coli. Pada hasil pengamatan setelah sampel diinkubasi selama 24 jam diperoleh hasil bahwa pada cawan petri yang diberikan sampel sabun pigeon terdapat zona hambat yang ditandai dengan daerah sekitar paper disk berwarna bening. Pada percobaan ini diperoleh hasil perhitungan pada cawan 1 RED konsentrasi 6% adalah , 0,665mm  konsentrasi 8% adalah 0,745mm dan pada cawan 2 WHITE konsentrasi 2% adalah 0,6775mm dan konsentrasi 4% adalah 0,744mm. Pengaruh konsentrasi antibiotik terhadap pertumbuhan bakteri adalah semakin besar konsentrasi dari antibiotik maka kemampuan antibiotik untuk menghambat atau membunuh bakteri akan semakin besar (efektivitas kerja antibiotik meningkat).





DAFTAR PUSTAKA
Sari, R., Ferdinan, A. 2017. Pengujian Aktivitas Antibakteri Sabun Cair dari Ekstrak Kulit Daun Lidah Buaya. Vol. 4. No. 3, halaman: 112.
Dani, H, B. 2015. Pengujian Daya Anti Bakteri dengan Beberapa Macam Anti Septik dengan Menggunakan Paper Disk. Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Mataram.
Sudarwati.,2018.,Buku Ajaran Praktikum Mikrobiologi Untuk D III Farmasi.,Surabaya.,Graniti.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

UJI CEMARAN MIKROBA METODE ALT

UJI CEMARAN MIKROBA METODE MPN